Bisnis

UMKM Ketemling Karangpakuan Produksi 2 Kuintal per Minggu, Rayakan Dua Tahun Usaha

📷 Angga Firmansyah/SUMEDANGONLINE
UMKM Ketemling Karangpakuan Darmaraja milik KUB Cinta Asih Sadulur rayakan dua tahun usaha dengan produksi mencapai 2 kuintal per minggu dan pemasaran yang terus berkembang.

SUMEDANG, Jumat (13/6/2026) – Kelompok Usaha Bersama (KUB) Cinta Asih Sadulur menggelar syukuran dua tahun perjalanan usaha olahan singkong Ketemling di rumah produksi yang berlokasi di Kampung Lebak Muncang, Desa Karangpakuan, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jumat (13/6). Syukuran digelar sebagai bentuk rasa terima kasih atas perkembangan usaha yang kini mampu memproduksi hingga 2 kuintal per minggu dan terus memperluas pemasaran produk.

Acara berlangsung khidmat dengan diawali lantunan azan bersama yang diikuti para bapak-bapak sebagai bagian dari tradisi syukuran bangunan baru. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dihadiri anggota kelompok, mayoritas ibu rumah tangga.

Penasihat Marketing KUB Cinta Asih Sadulur, Angga Firmansyah, mengatakan usaha tersebut berawal dari perkumpulan ibu-ibu yang sering berkumpul dan berbincang di lingkungan setempat.

“Kita berawal dari perkumpulan ibu-ibu yang tadinya hanya ngobrol-ngobrol. Kemudian ada warga bernama Teh Inah yang mengajak untuk membuat produk olahan singkong bernama Ketemling,” ujar Angga.

Ketemling merupakan produk olahan singkong dengan cita rasa khas yang dibuat dari bahan baku singkong pilihan dan racikan bumbu tradisional. Camilan renyah ini kini mulai dikenal masyarakat dan diminati sebagai makanan ringan maupun pelengkap saat menikmati bakso.

Seiring berjalannya waktu, kapasitas produksi terus meningkat. Saat ini KUB Cinta Asih Sadulur mampu menghasilkan sekitar 2 kuintal Ketemling setiap pekan.

Permintaan bahkan melonjak tajam saat momen Hari Raya Idulfitri lalu. Menurut Angga, total pesanan mencapai sekitar 2 ton, namun belum seluruhnya dapat dipenuhi karena keterbatasan kapasitas produksi.

“Sayangnya, saat Lebaran pesanan tidak tercukupi,” katanya.

Untuk pemasaran, produk Ketemling dipromosikan melalui media sosial dan marketplace. Selain itu, produk juga dititipkan di warung-warung, lokasi wisata, serta dipasarkan melalui jaringan reseller di wilayah sekitar.

Ketua KUB Cinta Asih Sadulur, Inah, menyampaikan apresiasi kepada Asep Dogun yang telah memfasilitasi rumahnya sebagai tempat produksi bersama bagi para anggota kelompok.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pa Asep Dogun atas rumahnya yang dijadikan tempat produksi kami,” ujar Inah.

Ke depan, KUB Cinta Asih Sadulur berharap usaha yang dirintis dari kebersamaan warga tersebut dapat terus berkembang dan membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

“Kami ingin membuktikan bahwa UMKM kecil yang lahir dari obrolan ibu-ibu bisa memberi dampak nyata bagi perekonomian desa,” tutup Angga.***

💬 Satu komentar

  1. produk katempling yang jarang ditemukan di kabupaten sumedang menjadi kelangkaan yg menjadikan ketertarikan pelanggan semakin tinggi, selain itu keunikan bentuknya yang mengembang juga menjadi nilai estetika unik yg sangat menarik bagi pelanggan. sukses katempling asoy!!

⚠️ Pemberitahuan: Isi komentar merupakan tanggung jawab penuh pemberi tanggapan. Redaksi Sumedang Online tidak bertanggung jawab atas isi atau dampak yang ditimbulkan dari komentar yang dikirimkan.

Tinggalkan Tanggapan

Ingin menerima update terbaru dari SUMEDANGONLINE Terima Tidak